Tampilkan postingan dengan label rasta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rasta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 September 2012

Perawatan Rambut Gimbal



     Rambut gimbal atau dalam bahasa asing disebut Dreadlock, dikenal sebagai rambut kusut. Model rambut ini menjadi trend ketika Sang Legenda musik Reggae Bob Marley dari Jamaika, juga sebagian besar musisi Reggae lainnya populer dengan karya-karyanya yang hits dikarenakan sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi pada tahun 1960an. Dan rambut gimbal-pun menjadi simbol perlawanan.



Sebagian besar pemilik rambut dengan jenis keriting atau kribo cenderung lebih mudah untuk menjadi gimbal, walaupun jenis rambut yang lain saat ini juga sudah bisa dengan mudah untuk menjadi gimbal dikarenakan di Indonesia sudah banyak pengrajin dan salon-salon yang menerima pembuatan rambut gimbal. Dari yang permanen hingga gimbal sementara.

- Cara perawatan

Biasanya pemilik rambut gimbal mulai terasa kotor ataupun berat apabila sudah tidak dikeramas dalam jangka waktu tertentu. Namun sudah seharusya rambut gimbal mendapatkan perhatian lebih dibandingkan rambut normal dikarenakan menggumpal.

Rambut gimbal tidak dapat dikeramas dengan cara yang sama seperti rambut normal. Pada umumnya rambut normal jauh lebih mudah dikeramas, sedangkan rambut gimbal menggunakan cara yang berbeda.

Pertama anda harus memasak air, kurang lebih satu ketel. Kemudian perkirakan cuaca, apabila matahari sedang bersinar terang maka anda bisa langsung membasahi rambut anda dengan air bersih dengan suhu normal, hingga basah secara keseluruhan. Masukkan sampo sesuai dengan kebutuhan ke dalam sebuah wadah atau gayung yang berisi air, lalu diaduk hingga rata dan berbusa. Lalu siramkan sampo yang sudah tercampur dengan air tersebut ke kepala anda dengan rata, tapi utamakan basahi kulit kepala anda.

Pijat perlahan berputar kulit kepala anda dengan rata, rasakan hingga bersih dan jangan sampai melukai kulit kepala. Kemudian pijat juga rambut gimbalnya, juga secara perlahan dan merata. Selanjutnya siram rambut dan kepala anda dengan air bersih, sambil memijat kulit kepala dan rambut.

selanjutnya sama seperti sebelumnya, menyiramkan air bersih akan tetapi untuk kali ini menggunakan air hangat-hangat kuku yang sejak pertama telah anda persiapkan. Hal ini sangat penting untuk dilakukan sebagai tahap terakhir agar kotoran-kotoran yang masih tersisa dan menempel di kulit kepala dan rambut dapat terbuang seiring dengan air hangat kuku yang disiramkan.

Biarkan air yang tersisa di rambut menetes di bawah cahaya matahari sejenak, agar proses pengeringan rambut menjadi sempurna. Bila anda sedang terburu-buru, anda bisa menggunakan alat pengering rambut. Namun akan ada pengaruh negatif terhadap rambut gimbal anda bila terlalu sering menggunakannya.

lalu bungkus rambut anda dengan handuk bersih. Manfaatnya selain untuk mengeringkan rambut juga bermanfaat untuk menghindari kotoran ataupun debu yang akan menempel kembali pada rambut gimbal yang belum kering dengan sempurna. Dan bila telah kering dengan sempurna, disarankan untuk mengunakan vitamin akar rambut atau tonik penyubur rambut. Yang lebih ekonomis adalah menggunakan jeruk nipis, agar kondisi rambut gimbal anda tetap prima.

Pemilik rambut gimbal sudah seharusnya menjaga kebersihan rambutnya, karena rambut gimbal merupakan mahkota bagi pemiliknya dan agar terhindar dari hal-hal yang tidak anda inginkan. Walaupun prinsip ini belum tentu dijalankan oleh setiap pemiliknya. Dengan adanya tips ini, anda dapat menjaga kebersihan dan keindahan mahkota anda.

Gerakan Rastafaria



    Sebuah Gerakan Rastafari , atau Rasta , adalah gerakan spiritual. Ini muncul pada tahun 1930 di Jamaika , sebuah negara dengan mayoritas Kristenbudaya di mana 98% dari orang-orang adalah kulit hitam keturunan budak . Sebagian besar penganutnya menyembah Haile Selassie I , KaisarEthiopia (memerintah 1930 - 1974), sebagaimana Yesus inkarnasi , para Kedatangan Kedua , atau reinkarnasi dari Yesus. Anggota gerakan Rastafari dikenal sebagai Rastas, atau Rastafari. Gerakan ini kadang-kadang disebut sebagai "Rastafarianism", tetapi istilah ini dianggap menghina dan ofensif oleh beberapa Rastas, yang, yang sangat penting dari "isme" (yang mereka lihat sebagai bagian yang khas dari "budaya Babel"), tidak suka dicap      sebagai "isme" sendiri.
  Nama Rastafari diambil dari Ras Tafari , yang pra-regnal judul Haile Selassie I , terdiri dari Amharic Ras (harfiah "Kepala", gelar Ethiopia setara denganDuke ), dan pra-regnal nama Haile Selassie diberikan, Tafari. Rastafari umumnya dibedakan untuk menegaskan doktrin bahwa Haile Selassie I, mantan dan terakhir Kaisar Ethiopia , merupakan inkarnasi dari Tuhan Kristen, yang disebut Jah . Kebanyakan melihat Haile Selassie I sebagai Jah atauJah Rastafari , yang merupakan kedua datang dari Yesus Kristus ke bumi, tetapi kepada orang lain ia hanya raja pilihan Allah di bumi.

Gerakan Rastafari meliputi tema seperti penggunaan spiritual dari ganja dan penolakan dari masyarakat barat, disebut Babel (dari Babel metafora dari Kristen Perjanjian Baru ). Ia memproklamasikan Afrika (juga " Sion ") sebagai tempat kelahiran asli umat manusia, dan dari awal gerakan panggilan untuk pemulangan ke Afrika telah menjadi tema sentral. Rasta juga mencakup berbagai Afrocentric dan Pan-Afrika sosial dan politik aspirasi, seprti pandangan sosial politik dan ajaran humas Jamaika, organizer, dan hitam nasionalis Marcus Garvey (juga sering dianggap sebagai seorang nabi). Tema lain adalah royalti , dengan Rastas melihat diri mereka sebagai royalti Afrika dan menggunakan honorifics seperti Pangeran atau Raja untuk memberikan royalti kepada nama mereka.

Rastafari bukanlah sangat terorganisir agama , yang merupakan gerakan dan ideologi. Rastas Banyak yang mengatakan bahwa itu bukanlah sebuah "agama" sama sekali, tetapi "Way of Life". Banyak Rastas tidak mengklaim sekte atau denominasi, dan dengan demikian mendorong satu sama lain untuk menemukan iman dan inspirasi dalam diri mereka sendiri, meskipun beberapa yang mengidentifikasi kuat dengan salah satu " rumah-rumah Rastafari "- tiga yang paling menonjol dari menjadi Nyahbinghi , yang Ashanti Bobo dan Dua Belas Suku Israel .

Hari ini, kesadaran gerakan Rastafari telah banyak tersebar di seluruh dunia, terutama melalui bunga yang dihasilkan oleh reggae musik, terutama keberhasilan internasional utama dari penyanyi Jamaika / penulis lagu Bob Marley (1.945-1.981).


Pada tahun 1997, ada, menurut sebuah perkiraan, sekitar satu juta Rastafari di seluruh dunia yang setia. Pada sensus tahun 2001 Jamaika, 24.020 orang (kurang dari 1 persen dari populasi) mengidentifikasi diri mereka sebagai Rastafarian. Sumber-sumber lain memperkirakan bahwa di tahun 2000-an mereka membentuk "sekitar 5 persen dari populasi" dari Jamaika, atau telah menduga bahwa "ada mungkin sebanyak 100.000 Rastafarian di Jamaika".

Biografi Gyptian


        Gyptian (dengan nama asli Windel Beneto Edwards) lahir pada tanggal 25 Oktober 1983. Gyptian adalah seorang penyanyi reggae Jamaika.Gyptian menjadi terkenal ketika menyanyanyikan lagunya yang berjudul Hold Yuh. Dalam lagu tersebut, ia berduet bersama artis ternama Nicki Minaj. Namun, ia juga menyanyikan lagu tersebut secara solo.



- Biografi

Gyptian adalah seorang penyanyi. Kedua orangtuanya menyadari bakatnya itu sejak umurnya tujuh tahun. Bakatnya diketahui ketika ia bernyanyi di gereja. Ibunya dan Ayahnya sang rasta, membawanya bertemu dengan Mr.Wong, produser rekaman dari Portmore, St Catherine. Sebelumnya Gyptian menganggap bahwa ini adalah hal yang biasa saja dan ia tidak menganggap ini serius. Dibawah label rekaman, Gyptian terus mengasah bakatnya itu. Sampai pada suatu saat ia memenangkan kompetisi mencari bakat pada tahun 2004 di Kens Wild Flower Lounge, Portmore. Setelah kemenangannya ia baru sadar bahwa ternyata inilah jalan hidupnya.

Sebenarnya, nama Gyptian merupakan julukan yang ia dapatkan dari kebiasaanya yang suka mengikat kaos di kepala dan memutar-mutar jenggot layaknya firaun, mesir.

Pada tahun 2005, ia mencetak hits dengan lagu "Is There A Place" dan "Serious Times" dan pada tahun 2010 ia mencetak hits dengan lagu yang dinyanyikannya bersama nicki minaj, "Hold Yuh".

Penyanyi reggae ini masuk dalam nominasi entertainer pendatang baru terbaik pada ajang Internasional musik reggae, 2006 silam.

Pada tanggal 12 September 2006, Gyptian merilis album pertamanya berjudul "My Name Is Gyptian". Pada tanggal 12 Desember 2007, ia melakukan syuting video klip di New York untuk single-nya yang berjudul "I Can Feel Your Pain" yang diproduseri oleh Jon FX. Lagu tersebut resmi di rilis pada tahun 2008 dalam albumnya yang berjudul sama dengan singlenya tersebut.

Gyptian memiliki tipe suara yang enak didengar. Sehingga ketika orang mendengarnya, tidak akan cepat merasa bosan. Ditambah Gaya musik reggae yang berisikan tentang isu-isu politik,kehidupan dan cinta. Membuat para pendengarnya tidak hanya terhanyut dalam suara emasnya, tetapi juga dengan lirik-liriknya yang menyentuh. Salah satu lagu yang patut didengar adalah "Serious Times" pada lagu itu Gyptian menyampaikan kepada para pendengar bahwa "apa yang sering kita lihat hanyalah kejahatan dan kriminalitas, padahal yang seharusnya kita lakukan adalah berterima kasih setiap kita bangun karena kita tidak pernah tau apakah kita bisa bertemu hari esok". Itu merupakan petikan lirik yang mengkritik tentang kehidupan nyata tentang keadaan disekitar manusia. Berbeda dengan lagu serious time, lagunya yang berjudul "Hold Yuh" lebih berisikan tentang percintaan, namun teteap enak didengar dengan suaranya yang merdu mendayu-dayu. Gaya musik dan lirik Gypsi sebandingkan dengan seniman Jamaika papan atas, seperti Sizzla, Luciano dan Beres Hammond.

Gipsy telah menikmati keberhasilannya dengan album barunya, Hold Yuh yang dirilis tahun 2010. Lagunya tersebut terus memegang posisi 2 album Reggae pada Chart Billboard. Lagunya tersebut telah mengisi papan atas di hampir seluruh jajaran musik di dunia.

Biografi Alpha blondy



   Alpha Blondy (lahir 1 Januari 1953) adalah reggae penyanyi dan artis rekaman internasional. Alpha Blondy lahir Seydou Kone di Dimbokro ,Côte d'Ivoire (Pantai Gading). Dia bernyanyi terutama dalam bahasa asalnya Dioula , di Perancis dan di Inggris , dan kadang-kadang di Arab atauIbrani . Lirik menyampaikan sikap politik yang serius dan rasa humor.





- Anak

Anak pertama dari keluarga 9 anak, Seydou Kone (nama Alpha Blondy sebelum ia berubah ke Alpha Blondy) dibesarkan oleh neneknya, tumbuh dalam apa yang dia sebut sebagai "di antara tua-tua", yang kemudian adalah untuk memiliki dampak besar pada kariernya. Pada tahun 1962, Alpha Blondy pergi untuk bergabung dengan ayahnya di Odienné , di mana ia menghabiskan sepuluh tahun, menghadiri Sainte Elisabeth sekolah tinggi, dan terlibat dalam gerakan Côte d'Ivoire siswa. Di sini ia membentuk sebuah band. Tapi, hobi ini mempengaruhi sekolah dan Alpha Blondy diusir karena kehadiran yang buruk. Orang tuanya kemudian mengirimnya untuk belajar bahasa Inggris di Monrovia di negara tetangga Liberia pada tahun 1973. Dia menghabiskan tiga belas bulan di sana dan kemudian pindah ke Amerika Serikat untuk meningkatkan bahasa Inggris-nya.
Pertama tinggal di Amerika Serikat

Pada tahun 1973 Seydou pindah ke New York (juga sempat Texas ), di mana ia belajar bahasa Inggris di Hunter College di New York, dan kemudian di Universitas Columbia Program Bahasa Amerika. Dia mengambil jurusan bahasa Inggris karena ia ingin menjadi seorang guru bahasa Inggris. Dia harus bekerja paruh-waktu, dan kadang-kadang di malam hari, dan menjadi sakit. Di New York ia bertemu Rastafarian untuk pertama kalinya, dan juga dapat melihat konser oleh Jamaika seniman seperti Burning Spear . Pada saat ini ia sedang merekam musik Kristen tapi tidak pernah berhenti menulis lagu sendiri. Akhirnya ia masuk ke berbagai goresan di New York dan kembali ke Côte d'Ivoire , di mana ia mendapat masalah bahkan lebih sampai dia bertemu dengan salah satu teman masa kecilnya, Fulgence Kassi, yang telah menjadi produser televisi mencatat. Ini adalah awal dari karir yang nyata sebagai penyanyi, dan ia mulai menggunakan nama "Alpha Blondy".
Musik karir

Setelah acara TV berbagai Kassi, Blondy merekam album solo pertamanya pada tahun 1982, berjudul Glory Jah . Album ini adalah untuk memiliki sukses besar dan kemudian akan menjadi simbol perlawanan karena lagu "Brigadir Sabari", di mana Alpha mengkritik pelecehan oleh polisi. Beberapa dari ini didasarkan pada pengalaman pribadi, seperti Alpha sendiri telah melihat kekerasan polisi. Alpha Blondy menjadi bintang besar di Abidjan dengan twist sendiri Afrika nya musik Reggae, menjadi di mata penggemarnya "yang Bob Marley dari Afrika ". Alpha Blondy adalah rohani, politik dan positif seperti Marley sendiri, dan bahkan merekam sebuah cover dari "Perang" lagu Bob Marley. Dan dia tidak berhenti berjalan, dalam rangka untuk menjangkau lebih banyak orang dengan pesannya, ia memilih untuk menyanyi dalam banyak bahasa: Inggris, Perancis, Baoule, dan bahasa sendiri asalnya - Dioula. Kemudian ia juga membawa instrumentasi baru untuk merek nya reggae seperti biola dan cello .

Segera ketenaran Alpha Blondy menyebar ke Eropa. Menyusul keberhasilan suatu EP berjudul "Rasta Poué" ia pergi ke Paris pada tahun 1984 untuk membuat album kedua, Cocody Rock , dengan label Pathe Marconi. The "Bob Marley Afrika" bepergian ke pulau Jamaika dan mencatat judul lagu dari album ini dengan kelompok dukungan Marley, The Wailers .

Kembali ke rumah pada tahun 1985, Alpha pergi ke studio untuk merekam Apartheid adalah Nazisme . Album ini lebih politis berkomitmen daripada sebelumnya. Ini adalah panggilan untuk akhirApartheid dan kebebasan untuk semua. Pada tahun 1986 Blondy dicatat "Yerusalem" di legendaris Tuff Gong studio di Jamaika, lagi dengan The Wailers menampilkan legendaris Bob Marley Bass Aston "Family Man" Barrett . Blondy mencoba untuk mempromosikan kesatuan antara agama Islam , Yahudi dan Kristen . Dia menarik argumen dan inspirasi dari pengetahuan sendiri beragam nya dari Alkitab , yang Quran dan Taurat . Pada tahun yang sama, Blondy bernyanyi dalam bahasa Ibrani selama konser di Maroko . Pada titik ini ia sedang tur terus menerus. Album barunya Revolusi memiliki suara, lebih ringan lembut, ini adalah album dengan cello di instrumentasi, dan line-up termasuk veteran Côte d'Ivoirian penyanyi Aicha Kone . Album ini juga termasuk "Jah Houphouët parle", sebuah pidato panjang oleh presiden Pantai Gading dengan hanya mengalahkan paling minim di belakangnya.

Blondy menghabiskan tahun 1987-1989 konser memberi dan merekam SOS Tribale Guerre di Abidjan . Hal ini dipromosikan oleh Blondy dirinya sendiri sebelum ia menjauhkan diri dari Pathe Marconi pada tahap ini. Ini bukan untuk menjadi sukses nyata tetapi ini tidak akan berhenti Blondy dan pada tahun 1991 ia kembali ke Eropa untuk tur konser dan untuk merekam album terkenalMasada dengan bantuan legenda musik seperti Bocana Maiga dan Inggris reggae produser Dennis Bovell . Album, dengan hit single nya "Rendez Vous" adalah sukses besar, dan kemudian, Blondy adalah untuk menerima pertamanya Gold Disc di Paris.

Pada awal tahun 1993, usang dari tur dunia, Blondy menyerah pada depresi dan dibawa ke sebuah lembaga untuk kejiwaan bantuan. Tapi seperti kesehatannya pulih ia merekam album Dieu("Tuhan"), di mana ia muncul lebih spiritual dan religius, pada trek seperti "Sembuhkanlah Me", tentang penyakitnya dan pemulihan.

Perawatan psikiatris Blondy berlanjut tetapi, pada tanggal 10 Desember 1994, Blondy kembali dengan festival dalam memori dari akhir Houphouet Presiden , dan kemudian ia membuat comeback Eropa di sebuah konser storming di Le Zenith di Paris. Pada tahun 1996, Blondy merilis sebuah kompilasi hits dan kembali ke studio untuk merekam album Grand Bassam Sion , bernyanyi dalam enam bahasa: Malinke , Arab , Perancis, Inggris, Ashanti dan Wolof .

Setelah dua tahun lagi di Paris, Blondy kembali ke tanah airnya pada tahun 1998, dengan album baru, Nabi . Yakin label nya terlalu banyak terfokus pada pasar internasional, ia memutuskan untuk membuat label sendiri. Sejak itu Alpha telah mencatat album dan single, seperti " Yitzhak Rabin ", dalam memori dari Israel perdana menteri yang dibunuh pada tahun 1995 (ini disertai dengan lain tur melelahkan Eropa), single "Journaliste en Danger" dari-Nya 2.000 album Elohim .

Alpha Blondy merayakan 20 tahun sebagai artis rekaman, dengan rilis nya CD MERCI , pada tahun 2002 menampilkan Ophelie Musim Dingin dan Saian kru Supa , yang membuatnya mendapatkan Nominasi Grammy Awards 2.003 untuk "Album Reggae Terbaik". Namun karena situasi politik di negara asalnya dari Côte d'Ivoire (Pantai Gading), ia tidak dapat secara pribadi menghadiri upacara penghargaan bergengsi di New York City. Dalam sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, Grammy Awards mengizinkannya untuk mengirim perwakilan di tempat kehormatan. Pada tahun 2005 Akwaba dirilis. CD terakhirnya berjudul "Jah Kemenangan" dan dirilis Juli 2007. Ini fitur Sly Dunbar dan Robbie Shakespeare serta Tyrone Downiemantan Bob Marley dan Wailers. "Kemenangan" adalah untuk menghormati kesepakatan damai yang dicapai dan dilaksanakan di negaranya pada Maret 2007.

Salah satu lagu yang paling populer dan sukses adalah Sébé Allah Y'é .

Pada tanggal 19 Juli 2009, Alpha Blondy dilakukan di Central Park New York sebelum kerumunan orang Afrika asli banyak, Jamaika, dan Amerika.

13 Juni 2010, kerumunan besar itu diizinkan masuk ke konser Blondy di Côte d'Ivoire untuk merayakan perdamaian dan persatuan negara, dan setidaknya 20 orang terluka, dua di antaranya meninggal dunia.

27 Juni 2010, Alpha Blondy adalah tindakan penutupan di Parkpop , Den Haag, Belanda . Dia diganti Snoop Dogg dan Beenie Man .

Blondy juga telah pengaruh penting pada seniman lain reggae Afrika seperti Ismael Isaac .

- Iman
Alpha Blondy lahir dari seorang ibu Muslim dan seorang ayah Kristen, dan dibesarkan oleh nenek "yang mengajarinya untuk mengasihi semua orang". Blondy hormat untuk semua agama dan spiritualitas ia berasal dari mereka dapat didengar pada lagu "Satu Allah" atau "Yerusalem" di mana ia bernyanyi untuk persatuan antara semua agama pada tahun 1986.

- Kemanusiaan

Alpha Blondy (Seydou Kone) bernama PBB Duta Besar Perdamaian untuk Pantai Gading pada tahun 2005. Dia membuat upaya-upaya besar untuk membawa solusi damai untuk divisi negaranya politik dan fisik yang merupakan hasil dari Coup percobaan pada tahun 2001. Pada Maret 2007 perjanjian damai ditandatangani dan diimplementasikan, karena kerja keras dari banyak orang termasuk Alpha Blondy. Alpha sekarang mencapai lebih jauh dengan tidak-untuk-profit yang baru dibuat, non-pemerintah, yayasan non-politik, amal, Alpha Blondy Jah Glory Yayasan , yang bekerja untuk mengakhiri ketidakadilan sosial dan kemiskinan generasi dengan memberikan orang alat-alat yang mereka butuhkan untuk membantu diri mereka sendiri. Dia sangat percaya dalam membantu orang miskin (Jah Glory), dan juga bahwa anak-anak tidak boleh terluka. Yayasan ini berusaha untuk membuat dan melaksanakan program akar rumput di tingkat desa, seperti Swasembada Program Pinjaman Perempuan Micro, untuk mengajar perempuan yang merawat anak yatim beberapa bagaimana memulai dan mengelola bisnis mereka sendiri, untuk lebih memberikan bagi keluarga mereka, serta berkelanjutan proyek lainnya, seperti Camp Retreat Tafari-Kejadian untuk Anak-anak (Côte d'Ivoire dan Burkina Faso ). Ini terutama berharap untuk membawa sukacita dan harapan kepada anak-anak yang telah terpengaruh oleh perang sipil, tentara anak mantan, dan mereka yang menderita penyakit yang mengancam jiwa kronis, sepertianemia sel sabit , malaria , asma , dll

Berbicara tentang Alpha Blondy, biasanya orang berpikir musik dan memang sejak tahun 1980 ia telah menulis sedikitnya 17 album dan 194 judul. Ini sendiri menunjukkan nilai yang besar dia mewakili untuk para penggemarnya. Alpha tidak lagi merupakan bintang Pantai Gading tetapi sebuah bintang mega Internasional karena perjuangannya untuk perdamaian dan persatuan di seluruh dunia. Salah satu contoh adalah single-nya "Siapa Anda" dengan musim dingin Ophelie terhadap ranjau anti-personil . Dia juga berpartisipasi di banyak kemanusiaan konser dan amal, seperti konser di Senegal pada Maret 2006 untuk pemberantasan Malaria di Afrika (di mana ia muncul bersama dengan selebriti lain). Dia telah melakukan banyak, lebih banyak jenis pekerjaan di Pantai Gading sendiri, terutama pada konser tahunan luangnya di pantai Bassam disebut "festa".

biografi TONY Q

        Tony Waluyo Sukmoasih (yang akrab di pangildengan nama Tony Q atau Tony Q Rastafara; lahir di Semarang, Jawa Tengah, 27 April 1961; umur 51 tahun) adalah seorang penyanyi Indonesia beraliran reggae yang telah aktif di ragam tersebut sejak tahun 1989. Dia bersama grup musiknya Rastafaramemopulerkan istilah "rambut gimbal" (gaya rambut dreadlock) di Indonesia lewat lagu dengan judul yang sama pada tahun 1996. Tony Q telah menjadi ikon musik reggae Indonesia. Dia dianggap sebagai pelopor reggae di Indonesia, karena dia tak hanya berkecimpung di ragam tersebut sejak lama, namun juga mengembangkan karakter musik reggaenya sendiri, dimana dia memasukkan banyak unsur tradisional Indonesia ke musiknya, dan mengangkat tema-tema khas Indonesia dalam musiknya

-Kehidupan pribadi

Jumat, 21 September 2012

artikel reggae

 All about Reggae


   Reggae lahir jauh setelah rastafarianisme lahir. Adalah Marcus Mosiah Garvey, tokoh yang dianggap berperan penting dalam kelahiran sebuah laku hidup baru ini. Banyak orang yang menganggap rastafaria adalah sebuah agama, sebuah aliran kepercayaan. Menurut Norman Hugh Redington, rastafaria berasal dari penafsiran Marcus Mosiah Garvey yang adalah seorang Katholik bahwa, Yesus berkulit hitam. Bukanlah sebuah agama atau pun aliran kepercayaan. Ia, yang pada awalnya adalah seorang pastor, mendirikan Universal Negro Improvement Association (UNIA) yang merupakan organisasi kekuatan kaum kulit hitam di tahun 1920-an (Norman Hugh Redington, seorang editor di The St. Pachomius Orthodox Library dalam artikel di www.nomadfx.com). Organisasi ini pada akhirnya membangun gerejanya sendiri yang bernama African Orthodox Church.

Para pengikutnya lantas menyebut diri sebagai kaum Rastafarian yang diambil dari nama Ras Tafari. Ras Tafari adalah nama kecil dari raja Ethiopia di tahun 1960-an, Haile Selassie I. Ia sempat dating ke Jamaika pada April 1996. Setelah kehadiran HIM Haile Selassie I untuk mengunjungi kaum Rastafaria di Jamaika ini, Bob Marley menjadi pemeluk Rastafaria (Haksa, 2005). Inilah yang menyebabkan lirik-lirik lagu Bob Marley and The Wairles sarat dengan muatan Rastafarian. Ajaran rastafari sendiri merupakan pencampuran dari berbagai macam aliran kepercayaan dan agama seperti Kristen, Hindu, dan juga aliran-aliran mistik di Afrika. Salah satu gaya hidup yang diadopsi dari aliran-aliran mistik Afrika dan Hindu adalah gaya rambut gimbal yang disebut oleh kaum rastafaria dengan dreadlock. Dreadlock berasal dari kata dread (rasa takut) untuk menggambarkan rasa takut pada Tuhan atau dalam bahasa rastafaria disebut Jahwe atau disingkat Jah dan juga menunjukkan sebuah kesungguhan untuk menjalankan hidup dengan sebuah tujuan (source: Redington, 2007). Dipercayai oleh aliran mistik Afrika, kaum Nazarit di Barat, dan para penganut Yogi, Gyani dan Tapasvi dari segala sekte di India, rambut gimbal dimaksudkan sebagai pengingkaran pada penampilan fisik yang fana, menjadi bagian dari jalan spiritual yang mereka tempuh. Selain itu ada kepercayaan bahwa rambut gimbal membantu meningkatkan daya tahan tubuh, kekuatan mental-spiritual dan supernatural. Keyakinan tersebut dilatari kepercayaan bahwa energi mental dan spiritual manusia keluar melalui ubun-ubun dan rambut, sehingga ketika rambut terkunci belitan maka energi itu akan tertahan dalam tubuh. Namun di Jamaika sendiri, rastafaria ini tidak dianggap sebagai agama. Hal ini diakibatkan oleh mengakarnya kristiani di negeri itu akibat kolonialisasi Inggris. Bahkan dalam sensus penduduk resmi Jamaika di tahun 1970, Rastafaria atau Gereja Ortodoks Afrika tidak dimasukkan ke dalam sensus tersebut ( source: Nettleford, 1979).

>> Haile Selassie dan Alkitab

Sebuah kepercayaan yang mempersatukan banyak pemeluk Rastafari adalah bahwa Ras, sebuah gelar kebangsawanan Amharik, sepadan dengan Duke; juga berarti "Kepala") Tafari Makonnen, yang dinobatkan sebagai Haile Selassie I, Kaisar Ethiopia pada 2 November 1930, adalah Allah yang hidup dan menjelma manusia, yang disebut Yah, yaitu Mesias kulit hitam yang akan memimpin bangsa-bangsa yang berasal dari Afrika di seluruh dunia untuk masuk ke tanah perjanjian yang penuh dengan emansipasi dan keadilan ilahi, meskipun sebagian mansions tidak menerjemahkannya secara harafiah. Ini sebagian disebabkan oleh gelarnya Raja di atas segala raja, Tuhan dari segala tuhan dan Singa Penakluk dari Suku Yehuda. Gelar-gelar ini sesuai dengan Mesias yang disebutkan dalam Kitab Wahyu. Namun, menurut tradisi Ethiopia, gelar-gelar ini diberikan kepada semua kaisar dari garis keturunan Salomo sejak tahun 980 SM — jauh sebelum Kitab Wahyu ditulis pada sekitar 97 M. Menurut beberapa tradisi, Haile Selassie adalah raja Ethiopia ke-225 dalam sebuah garis keturunan yang tidak pernah terputus sejak Raja Salomo di masa Alkitab dan Ratu Syeba. Mazmur 87:4-6 juga dipahami meramalkan penobatan Haile Selassie I.

Pada abad ke-10 SM, Dinasti Salomo di Ethiopia didirikan oleh Menelik I, anak Salomo dan Ratu Syeba, yang pernah mengunjungi Salomo di Israel. 1 Raja-raja 10:13 mengklaim "Raja Salomo memberikan kepada ratu negeri Syeba segala yang dikehendakinya dan yang dimintanya, selain apa yang telah diberikannya kepadanya sebagaimana layak bagi raja Salomo. Lalu ratu itu berangkat pulang ke negerinya bersama-sama dengan pegawai-pegawainya." Berdasarkan Kebra Negast, kaum Rasta menafsirkan bahwa ayat ini menunjukkan bahwa Ratu Syeba hamil dengan anak Salom, dan dari sini mereka menyimpulkan bahwa orang-orang kulit hitam adalah keturunan sejati Israel, atau orang Yahudi.

Orang-orang Yahudi hitam Beta Israel telah hidup di Ethiopia selama berabad-abad, terputus dari sisa Yudaisme. Keberadaan mereka membuat orang yakin dan mendorong para Rastafari perdana, dan mengesahkan keyakinan mereka bahwa Ethiopia adalah Sion. Sebagian kaum Rasta yang ortodoks mengecam reggae sebagai suatu bentuk musik komersial dan "penjualan diri kepada Babel". Bagi yang lainnya, ini adlaah "Musik Takhta YAH".

Rastafari di masa kini

Pada akhir abad ke-20, kaum perempuan telah memainkan peranan yang lebih penting di dalam gerakan Rastafari. Pada tahun-tahun awalnya, kaum perempuan yang sedang datang bulan harus takluk kepada suami mereka dan dikeluarkan dari upacara-upacara keagamaan dan sosial. Pada umumnya, kaum perempuan merasakan kebebasan yang lebih besar sekarang dalam mengungkapkan diri mereka. Dengan demikian mereka pun menyumbangkan peranan yang lebih besar pula kepada agama ini.
Rastafari bukanlah sebuah agama yang sangat terorganisasi. Malah, sebagian kaum Rasta mengatakan bahwa itu sama sekali bukan "agama", melainkan suatu "jalan Kehidupan". Kebanyakan kaum Rasta tidak mengidentifikasikan dirinya dengan sekte atau denominasi apapun, meskipun ada tiga istana Rastafari yang terkemuka: Nyahbinghi, Bobo Ashanti dan Keduabelas Suku Israel. Dengan mengklaim Yah sebagai Yesus yang datang kedua kalinya, Rastafari adalah sebuah gerakan agama baru yang muncul dari agama Kristen, seperti halnya agama Krsiten muncul dari Yudaisme.
Pada 1996, gerakan Rastafari di seluruh dunia mendapatkan status konsultatif dari Perserikatan Bangsa-bangsa.

Kaum Rastafari

Gerakan Rastafari percaya bahwa akhir zaman dimulai dengan penobatan Haile Selassie sebagai Kaisar Ethiopia pada 1930, dan bahwa ia akan segera menyatakan dirinya sebagai Allah. Kaum Rastafarian mempunyai suatu penafsiran yang unik tentang akhir zaman, yang didasarkan pada Perjanjian Lama dan Kitab Wahyu. Mereka percaya Kaisar Haile Selassie dari Ethiopia adalah Allah yang menjelma, Raja di atas segala raja dan Tuhan di atas segala tuhan yang disebutkan dalam Wahyu 5:5. Sementara di satu pihak penobatan Selassie dipandang sebagai kedatangan Kristus yang kedua kali, dan kejadian-kejadian seperti misalnya Perang Italia-Ethiopia Kedua dipandang sebagai penggenapan atas nubuat-nubuat

Rasta, atau Gerakan Rastafari, adalah sebuah gerakan agama baru yang mengakui Haile Selassie I, bekas kaisar Ethiopia, sebagai Raja diraja, Tuan dari segala Tuan dan Singa Yehuda sebagai Yah (nama Rastafari untuk Allah, yang merupakan bentuk singkat dari Yehovah yang ditemukan dalam Mazmur 68:4 dalam Alkitab versi Raja James), dan bagian dari Tritunggal Kudus. Nama Rastafari berasal dari Ras Täfäri, nama Haile Selassie I sebelum ia dinobatkan menjadi kaisar. Gerakan ini muncul di Jamaika di antara kaum kulit hitam kelas pekerja dan petani pada awal tahun 1930-an, yang berasal dari suatu penafsiran terhadap nubuat Alkitab, aspirasi sosial dan politik kulit hitam, dan ajaran nabi mereka, seorang penerbit dan organisator Jamaika kulit hitam, Marcus Garvey, yang visi politik dan budayanya ikut menolong menciptakan suatu pandangan dunia yang baru.
Gerakan ini kadang-kadang disebut "Rastafarianisme"; namun hal ini dianggap tidak pantas dan menyinggung perasaan banyak kaum Rasta. Gerakan Rastafari telah menyebar di berbagai tempat did unia, terutama melalui imigrasi dan minatnya dilahirkan oleh musik Nyahbinghi dan reggae —khususnya musik Bob Marley, yang dibaptiskan dengan nama Berhane Selassie (Cahaya Tritunggal) oleh Gereja Ortodoks Ethiopia sebelum ia meninggal, sebuah langkah yang juga diambil belakangan oleh jandanya, Rita. Pada tahun 2000, ada lebih dari satu juta Rastafari di seluruh dunia. Sekitar 5-10% dari penduduk Jamaika mengidentifikasikan dirinya sebagai Rastafari. Kebanyakan kaum Rastafari vegetarian atau hanya memakan jenis-jenis daging tertentu. Di AS ada banyak sekali restoran vegetarian Hindia Barat, yang menyediakan makanan Jamaika.

Doktrin

Rastafari berkembang di antara penduduk yang sangat miskin, yang merasa bahwa masyarakat tidak mau menolong mereka kecuali membuat mereka menjadi lebih menderita. Kaum Rasta memandang diri mereka sebagai penggenap suatu visi tentang bagaimana orang Afrika harus hidup. Meerka merebut kembali apa yang mereka anggap sebagai kebudayaan yang telah dicuri dari mereka ketika dibawa di kapal-kapal budak ke Jamaika, tempat lahir gerakan ini.

Doktrin Rastafari sangat berbeda dengan norma-norma pikiran dunia barat modern. Hal ini disengaja oleh kaum Rasta sendiri. Berbeda dengan banyak kelompok keagamaan modern dan Kristen yang cenderung menekankan konformitas dengan "kekuasaan yang ada", Rastafari sebaliknya menekankan kesetiaan kepada konsep mereka tentang "Sion" dan penolakan masyarakat modern ("Babel"). "Babel" dalam hal ini dianggap memberontak terhadap "Penguasa Dunia Sejati" (YAH) sejak zaman Nimrod. "Cara hidup ini" tidak sekadar diberikan makna intelektual, atau "keyakinan" seperti yang biasa diistilahkan. Ini adalah masalah mengetahui atau menemukan identitas sejati diri sendiri. Mengikut dan menyembah YAH Rastafari berarti menemukan, menyebarkan dan "menempuh" jalan di mana orang telah dilahirkan dengan sebenarnya.

Agama ini sulit dikategorikan, karena Rastafari bukanlah suatu organisasi yang tersentralisasi. Masing-masing Rastafari mencari kebenaran untuk dirinya sendiri, sehingga akibatnya terdapat berbagai keyakinan yang masuk ke bawah payung besar bernama Rastafari.

Afrosentrisme

Secara sosial, Rastafari adalah suatu tanggapan terhadap penyangkalan rasialis terhadap orang-orang kulit hitam sebagaimana yang dialami di Jamaika, ketika pada tahun 1930-an orang-orang kulit hitam berada pada tingkat tatanan sosial paling bawah, sementara orang-orang kulit putih dan agama mereka (umumnya Kristen) berada di paling atas. Anjuran Marcus Garvey agar orang-orang kulit hitam bangga akan diri mereka dan warnisan mereka mengilhami kaum Rasta untuk memeluk segala sesuatu yang bersifat Afrika. Mereka mengajarkan bahwa mereka dicuci otak ketika berada dalam tawanan untuk menyangkal segala sesuatu yang berkaitan dengan kulit hitam dan Afrika. Mereka membalikkan citra rasialis mereka dan menganggapnya primitif dan langsung dari hutan dan malah merangkulnya -- meskipun itu berlawanan -- dan menjadikan konsep-konsep ini sebagai bagian dari budaya Afrika yang mereka anggap telah dicuri dari mereka ketika mereka dibawa dari Afrika di kapal-kapal budak. Dekat dengan alam dan dengan savana Afrika serta singa-singanya, di dalam roh, kalau bukan secara badani, adalah gagasan sentral mereka tentang budaya Afrika.

Hidup dekat dengan alam dan menjadi bagian dari alam dianggap sebagai sifat Afrika. Pendekatan Afrika terhadap "hidup dekat alam" ini terlihat dalam rambut gimbal, ganja (marijuana), makanan ital, dan dalam segala aspek kehidupan Rasa. Mereka membenci pendekatan (atau, seperti yang mereka pahami, non-pendekatan) modern terhadap kehidupan karena dianggap tidak alamiah dan terlalu objektif dan menolak subjektivitas. Kaum Rasta mengatakan bahwa para ilmuawn berusaha menemukan bagaimana dunia kelihatan dari luar, sementara kaum Rasa mendekatinya dengan melihat kehidupan dari dalam ke luar. Individu mendapatkan kedudukan sangat penting dalam Rastafari, dan setiap Rasta harus mencari kebenaran untuk dirinya sendiri.

Identifikasi Afrosentris penting lainnya adalah warna merah, emas, dan hijau, dari warna bendera Ethiopia. Warna-warna ini adalah lambang gerakan Rastafari, dan kesetiaan kaum Rasa terhadap Haile Selassie, Ethiopia, dan Africa dan bukan kepada negara modern manapun di mana mereka kebetulan tinggal. Warna-warna ini seringkali terlihat dalam pakaian dan hiasan-hiasan lainnya. Merah melambangkan darah para martir, hijau melambangkan tetumbuhan Afrika, sementara emas melambangkan kekayaan dan kemakmuran yang ditawarkan Afrika. (Sebaliknya, sejumlah pakar Ethiopia menyatakan bahwa warna-warna ini berasal dari pepatah lama y ang mengatakan bahwa sabuk Perawan Maria adalah pelangi, dan bahwa warna merah, emas, dan hijau melambangkan semuanya ini.)

Banyak dari pemeluk Rastafari berusaha mempelajari bahasa Amharik, yang mereka anggap sebagai bahasa aslinya, karena inilah bahasa yang dipergunakan Haile Selassie I, dan untuk mengidentifikasikan diri mereka sebagai orang Ethiopia—meskipun pada praktiknya kebanyakan pemeluk Rasta tetap berbahasa Inggris atau bahasa kelahiran mereka. Ada pula lagu-lagu reggae yang ditulis dalam bahasa Amharik.

Reggae Music di Indonesia

    Musik reggae sendiri pada awalnya lahir dari jalanan Getho (perkampungan kaum rastafaria) di Kingson ibu kota Jamaika. Inilah yang menyebabkan gaya rambut gimbal menghiasi para musisi reggae awal dan lirik-lirik lagu reggae sarat dengan muatan ajaran rastafari yakni kebebasan, perdamaian, dan keindahan alam, serta gaya hidup bohemian. Masuknya reggae sebagai salah satu unsur musik dunia yang juga mempengaruhi banyak musisi dunia lainnya, otomatis mengakibatkan aliran musik satu ini menjadi barang konsumsi publik dunia. Maka, gaya rambut gimbal atau dreadlock serta lirik-lirik 'rasta' dalam lagunya pun menjadi konsumsi publik. Dalam kata lain, dreadlock dan ajaran rasta telah menjadi produksi pop, menjadi budaya pop, seiring berkembangnya musik reggae sebagai sebuah musik pop.


Musik reggae, sebutan rastaman, telah menjadi satu bentuk subkultur baru di negeri ini, di mana dengannya anak muda menentukan dan menggolongkan dirinya. Di sini, musik reggae menjadi penting sebagai sebuah selera, dan rastaman menjadi sebuah identitas komunal kelompok social tertentu. Tinggal bagaimana para pengamat social dan juga para anggota komunitas itu memahami diri dan kultur yang dipilihnya, agar tidak terjadi penafsiran keliru yang berbahaya bagi mereka. Penggunaan ganja adalah salah satu contohnya, di mana reggae tidak identik dengan ganja serta rastafarianisme pun bukanlah sebuah komunitas para penghisap ganja.

Sebuah lagu dari "Peter Tosh" (nama aslinya Peter McIntosh), pentolan The Wairles yang akhirnya bersolo karier. Dalam lagu ini, Peter Tosh menyatakan dukungannya dan tuntutannya untuk melegalkan ganja. Karena lagu ini, ia sempat ditangkap dan disiksa polisi Jamaika.


dan seterus nya ....